Rabu, 18 Juli 2012

AKU

Aku berkeras hati
Tak mau melihatmu lagi
Meskipun kau meminta
Meskipun kau menghiba

Hidup telah kutambatkan jauh kedepan
Segala kepalsuan telah kuremukkan
Aku persetankan setiap bisa yang kau ucapkan;
AKU PUNYA MIMPI
AKU PUNYA HARAPAN

Indahnya masa depan ada digenggaman
Halangan yang ada tak kan pernah jadi hambatan
Aku disini, bersorak hari ini:
HIDUP BEGITU INDAH
Hiiihaaaaaaa


Sheraton Hotel, 561 room, Nathan Road, Kowloon, Hong Kong

Uang Bukan Segalanya




Terdengar sombong, bahkan banyak yang mencibir. Mereka bilang, gw bisa ngomong gitu karena kondisi gw yang udah cukup. Tapi sebenarnya cukup ga cukup, buat gw artinya sama, bahwa memang uang bukan segalanya. Ketenangan hati, itu jauh lebih berarti...

Gw percaya uang kaya pedang. Tergantung siapa yang megang. Bisa melukai, bisa melindungi, tergantung siapa yang memiliki. Dalam banyak hal uang bikin orang lupa diri. Bisa bikin seseorang menjadi orang yang berbeda. Tidak selalu menjadi lebih buruk, bisa juga lebih baik. Tetapi memang lebih banyak yang memburuk. Mudah - mudahan gw orang yang diberkahi, diberikan kekayaan tetapi juga kekuatan untuk peduli, pada sesama, pada yang membutuhkan ... Amiin...

GUE


Berminggu - minggu rasanya gw seperti kehilangan arah. Mau gw ga jelas, apalagi yang gw lakuin, ga jelas juga. Gw kaya yang moody banget, lakuin ini itu, karena mood aja, bukan karena kebutuhan, apalagi kewajiban. Gw mulai ga peduli skala prioritas. Mana yang duluan, mana yang entar, mana yang harus, mana yang optional, pokoknya ga ada plan sama sekali.

Kalau udah gitu, kartu kredit biasanya bakal jadi korban. Barang - barang yang gw beli, baik yang akhirnya gw pake atau akhirnya cuma numpuk dikamar gw dengan labelnya yang utuh berbulan2, atau malah gw lupa punya barang itu... adalah yang akan terjadi. Bulan ini aja, gw baru sadar, gw beli parfum lima botol, ya of course lima aroma berbeda, dan ... you know, they're not cheap ones... Yang hari ini gw suka aromanya, besoknya bisa gw benci banget... bajupun demikian, gw yang biasa suka warna tertentu, mendadak kesel make warna itu... beli warna lain, cocok selagi di butik ato mall, sampe rumah ga tersentuh..., begitupun dengan makanan, temen, selera musik, ... dan begitulah yang terjadi, bolak - balik ga jelas aja.

Akhirnya gw sadar, ternyata gw ngalamin kejenuhan yang berat. Semua bikin gw jenuh. Suasana kerja, jenis kerjaan, suasana rumah, suasana pertemanan, aktifitas... semuanya.... Kejenuhan ternyata bisa juga datang karena kurangnya tantangan... Pada saat semua serba mudah teraih, hidup ternyata bisa jadi membosankan. Belum lagi, didukung adanya materi, jadi selama ini shopping selalu jadi solusi... padahal sebenarnya gak begitu berarti...

Tadi malem gw sengaja luangin waktu nelpon temen yang justru ga pernah gw telpon dan udah lama ga pernah gw terima lagi telponnya. Dia bilang apa ini tandanya gw udah tobat, hihi sialan banget... Gw bilangin kondisi gw yang lagi jenuh abis. Dia bilang, gw suruh deket2 dia, karena kalo jenuh, bawaan gw belanja, makan2, fun, fun, fun hehe..
Habis ngobrol ngalor - ngidul, gw jadi yang agak ringan dikepala... syukur banget punya temen dia... Alhamdulillah...

Gw akhirnya bikin rekonsiliasi buat diri gw sendiri. Gw mulai tadi malem. Gw buang nomor HP gw dan sisain cuma satu, gw deactivin semua fb gw, gw pamit ke temen2 gw, bahwa gw mau sendiri dulu, gw mulai susun semua kegiatan lama gw yang pernah gw tinggalin, dan sekarang gw mau lakuin lagi, ditambah beberapa kegiatan baru. Dari modelling, fitness, sulap, menulis buku, melancong kebeberapa tempat menarik diluar kota, visit panti asuhan sama keluarga gw, berbagi sembako ke tukang becak - tukang becak, keagamaan, dan banyak lagi

Dari sisi kerjaan, memang ngga banyak yang bisa gw rubah. Tetapi, banyak kegiatan baru yang gw mau kerjain juga. Bulan Mei juga jadi Women Health Month dan itu jadi project besar yang melibatkan 15ribuan karyawan, banyak tamu dari headquarter maupun negeri yang lain, semuanya butuh perhatian. Belum lagi project - project bisnis yang harus diplan dan laksanakan termasuk mendirikan pabrik baru di Sukabumi.

Gw udah ngerasa berbeda, hari ini. Gw udah ngerasa arah perubahan gw bakalan positif. Dan gw bisa gila kalo semangat gw udah kaya gini. Gw bisa bener2 meraih keberhasilan luar biasa. Gw tahu banget diri gw. Inilah yang selalu buat gw meraih mimpi2 gw selama ini. Keinginan yang kuat dan tindakan yang sungguh - sungguh saja tidak cukup, keyakinan akan berhasil itu sendiri, sudah membuat setengah jalan terlampaui. Dont believe it, just prove it, from a small thing, from yourself, from now on... !

RINDU, MY TOPI

Entah kenapa, gw masih suka sedih kalo inget topi gw. Topi yang ilang, padahal udah nemenin gw selama ini, kebanyak negara, di banyak situasi.. dan dia ga pernah mengeluh sama sekali, sungguh setia. Dia juga selalu mau bikin gw kelihatan rapi, ketika rambut gw tak bisa diatur sama sekali. Ya, cukup dengan memakainya, then all seems okay.

Topi gw sederhana. Cuma topi kabaret hitam, ga lebih dan gak kurang. tetapi cinta gw padanya ga pernah luntur, bahkan ketika dia tak lagi disisi gw.

Dan hari ini gw rindu banget. Gw pingin ketemu topi gw. Tetapi dimana mencarinya ? Karena dia ketinggalan dikota yang jauh sekali. Hampir tak mungkin bertemu dia lagi. Hanya mungkin mencari pengganti, dan gw udah mencarinya, bahkan kebeberapa negara, tak ada lagi kaya topi gw ini.

Gw hanya berdoa semoga topi gw diperlakukan sama sayangnya kaya gw perlakuin dia. Dan gw juga mo bikin lagi topi yang mirip dengan topi gw ini. Atau mungkinkah ada seorang pembaca yang baik hati dan mau memberikan sebuah topi seperti milik gw ini ? Uuuuh mimpi kali ya ?
Terus terang, gw kadang mimpi aja, ada orang baik hati yang mau bersusah payah, berkorban buat gw, untuk mendapatkan dan membelikan, atau membuatkan dan memberikan sebuah topi idaman gw.... Kalau laki - laki, gw pacarin, kalau perempuan, suaminya gw pacarin... kwkwkwkkkkkkkkkkkkkkkkaaaakkkkkkk gubraaaks ! Astaghfirllah...







It's Over

Don't know what to write, but I write this just for you ;

what is not spoken, is much more than what is told
what is not seen, is much more than what it's appeared
so that about me to you...

Good bye, here is the end of friendship...
you said you can understand, you said you are okay with it, ouch ....

Living Without Technologies

Today question; how do we live without technologies ?... Mmmmmmm ... gonna be uneasy, I bet. But I have my own thinking these last days about this. I've realized how strong I bound and depend on these all... and I do hate it....

I feel I change to someone else because of these technologies. And I believe overall culture also changes because of technologies, for sure.

I remember, a long time ago people would strongly commit to what they promised. For example, when they promised to come at 5 pm, they will do their best to make it. But now, technology changes culture, they can be so easy calling from somewhere and say sorry for being late... Seems things are okay after saying sorry and noticed it by phone or text... Sad..

Relationship between man and women were more sacral, they will think more times to say 'love they feel', as they have to say it directly, and take a risk if being refused. What happened now ? People will be very easy telling how they feel, by SMS, by Facebook, by Twitter, email or whatsoever.. and they do not need to take emotional risk of being refused, shy, disappointed etc. Technology changes it at the end ....

And I have experience on how this technologies changes me to be impatient person. I can be so much disappointed or mad just because I call my family, or my friends, or my staffs and not being picked up, or I will be impatient when I text someone and wait for the response etc. Compare to a long time ago, if we sent letter, we could bear a week lead time or even more if between countries.

Beside, this technologies - true - has made things easier at one side, especially at the job. But because it's easier, lean, then information run faster, and they require a quick response too. So, we move according to their movement, and we even be busy to take a look at our Blackberry all the time to check emails - personal and business -, text messages, fb, BBM, pick up the call, making a call, etc..

Technologies is being a need. People, or organization rush to get their updated one, as having the newest technology will support them to be more efficient, productive and of course more competitive. These all are the benefit.

So how to live without technologies ? Guys, I've dreamed of being back to basic, having a very simple life as our ancient had a long time ago. Going somewhere by horse, no electricity, no pollution, no gun.... Life seems so calm, relax, enjoyable, ... But when I told my hubby about it, can you guess what he said ? " Common, lady... you even can't stay away from Air Condition, you hate mosquitoes, and you do love shopping at mall, love to go by plane, love to bla bla bla .." hehe... True,.... So, it's impossible to run against the world movement... we have to adapt, if we want to survive. As said by Darwin, it is not the cleverest or strongest one who will survive, but the most adaptive to the change ...

My Name is Khan

What a nice movie it is... Telling about how Muslim people been treated after 9/11 at USA. And how a man named Khan fight for proofing that he is not a terrorist and struggling to tell US president about it... Very touching....

Yes he was not a terrorist, he's just a nice autism man who was so honest and care about people around sincerely. When he married a nice Indian lady that had a boy already, the family name of them changed to 'Khan' which shown a Muslim name. The step son, a boy named Sameer, had a close friend named Reese. They were so closed until the father of Reese sent to Afghanistan and killed. Since then Reese just didn't want to make a friendship anymore with Sam. While Sam still strongly wanted to make him as a friend. This what made Reese angry one day and during their fight, some young guys there just attacked Sam until death. This made Mandira, Sam's mom very much regret marrying a Muslim and asked Khan to leave her alone. When Khan asked when he could be back, she said never be back until he could tell the president : " my name is Khan and I am not a terrorist ". Then the movie run to the hard stories at how Khan fight for seeing president and finally he could make it. He said " My name is Khan, and I am not a terrorist ".

But okay, it's only a movie though it showed how hard to live as Muslim in America after 9/11. Let's back to real, how the family, wife, son or daughter of the real terrorist would deal with the life, with the society ? I have never been a neighbor of them, so it's really a question of me. I just knew how a family of people claimed of being PKI were so hard finding job, or even to find a lover to marry....

Can you imagine if the son of Noordin M Top, Imam Samudra, or other terrorists use their surname Top or Samudra etc at their last name ? How they will be treated by society ? They are not terrorist. And having Noordin M Top as their father is not their choice. Why should they get a bad treatment ? They are innocent, don't you think so ? If it is, can you let your daughter or son marry with them ? Answer it truly... I know you are doubt of that .... Don't you ??!

TEMEN YANG GW RINDUIN


Meninggalkan yang tak membutuhkan,
Melupakan yang tak mau diinginkan,
Menganyam ketenangan,
Sendirian.....

Sebait kalimat diselembar kertas tissue makan. Tak sengaja masih gw temuin di laci gw. Gw sendiri ngga ngerti kenapa gw masih nyimpen itu, mungkin karena ada judul buku yang tertulis juga disitu. Beberapa tahun yang lalu, temen baik gw yg menuliskannya. Yang gw ketawa kala itu ngebacanya. Hah, lucu aja, ... Secara, dia biasa cengengesan, tiba - tiba sambil ngomong, corat - coret dan tercipta kalimat puitis... Aneh... Gw malah tambahin gambar kartun nangis bombay buat lucu - lucuan dibawah tulisannya... Dan dia ngelihatin gw, kaya biasanya gaya dia... ga ada yg aneh ...

Tapi begitulah, .... besoknya gw masih ketemu dia, biasa aja, ngga ada yang istimewa, bahkan masih saling ledek.... Lantas besoknya lagi gw sibuk, minggu depannya lagi gw sibuk padahal dia merengek minta ditemenin beli baju, bulan depannya lagi gw business trip satu setengah bulan penuh, kembali ketanah air gw sibuk lagi dengan laporan ini itu, ... sampai suatu ketika gw rindu cengengesan sama dia. Gw baru inget dia. Gw telpon dia, dan gw mau ketemu dia di Benton Junction, tempat biasa gw ma dia ngobrol ngalor ngidul ga jelas.... Hpnya ga aktif, tiga2 nomornya ga aktif. Gw telponin temen dia yang gw kenal. Dan gw baru tahu, dia udah pindah keluar negeri. What ???

Gw ga pernah ngerasa keilangan temen kaya yg gw rasain waktu itu. Gw ga pernah ngerasa bodoh kaya yg gw pikirin waktu itu. Gw nyesel, nyesel, nyeselllll... Sampe gw aja sakit2an..... Gw tahu gw masih punya banyak temen. Tapi yang kaya dia, cuma dia. Yang tampang pas - pasan tapi sok imut, yang lucu, yang enteng buat bantu ni itu, yang hayo aja diajak jalan, yang otaknya encer nyambung ngomongin segala macam, yang ga pilih2 makanan ma tempat buat ngobrol, yang rela jadi pelampiasan kalo gw emosi ma orang lain, yang rela berkorban., yang bisa bikin gw merasa dijaga dan dihargai sebagai perempuan dimanapun... yang.... huuuft ... masih berderet - deret lagi baiknya dia...
Sampe gw janji, kalo gw dapet kesempatan ketemu lagi, temenan lagi, gw bakalan nebus semua kesalahan gw, gw janji gw bakalan treat dia lebih baik lagi... gw janji mo jagain pertemanan kami...

Dan entah dituntun malaikat mana, gw jam kerja main ke mall... Dan gw ngeliat dia, tapi asli... gw kaget ngelihat perubahan dia.... saking kagetnya, bukannya gw nyamperin, say hi, gw malah buru - buru menuju lobby ............ Pingin cepat jauh .... Lo bisa bayangin ngga perubahan itu kaya apa sampe segitunya gw ngibrit ? Sepanjang jalan balik ke kantor gw diem ga bisa berkata - kata. Gw masih schock, betapa waktu bisa ngerubah seseorang ...dari cowok kek dulu, menjadi begitu feminin...?Oh Tuhan...... Seandainya gw bisa, gw pingin ngebalikin dia ke waktu yang lalu ..... Ini juga jadi pelajaran buat gw, supaya gw lebih menghargai temen2 gw yang sekarang gw miliki... karena merindukan temen yang ngga ada, untuk apa ...? Bisa - bisa akhirnya malah kecewa.....

* Lo tahu blog gw ini, gw minta maaf kalo lo baca ini... gw hargain jalan hidup yang lo pilih, tapi biarin gw rindu lo yang dulu.... *

You Make It, Mbak Ani


Wanita kelahiran Lampung tahun 1962 itu dinegeri sendiri menuai kontroversi. Kemampuan analisis dan kebijakannya sering dipertanyakan dan bahkan justru ada yang membuatnya tersandung kasus hukum. Tetapi, siapa sangka dunia melihatnya secara berbeda ? Justru dia dianggap wanita berwawasan luas yang berhasil membimbing Indonesia melewati masa resesi global ?.

Yang menarik, dia dianggap memiliki kompetensi dan keahlian serta pengalaman di Grup Bank dunia serta sukses melawan korupsi. Paling tidak itulah yang dikatakan Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick tentang wanita bernama Sri Mulyani.

Bukankah aneh, kalau dunia melihatnya sukses melawan korupsi, sementara dinegeri sendiri dia tersandung hukum justru karena kasus korupsi ? Entah mata siapa yang salah melihat.... Karena tidak mungkin dua - duanya benar ...

Well, biarlah orang hukum yang bicara hukum. Gw hanya perempuan, yang ikut bangga dengan kepercayaan dunia kepada mbak Ani yang kebetulan juga perempuan. Rasanya udah lama banget gw merindukan kehormatan seperti ini. Gw pikir, udah saatnya orang - orang diluar negeri mulai membicarakan prestasi bangsa kita, bukan tentang korupsi ato koruptor, bukan tentang carut marut hukum, bukan tentang demonstrasi dan anarki...

Kenapa gw highlight 'keperempuanan' disini. Sungguh, sebagai perempuan, gw ngerasa tantangan untuk maju jauh lebih besar. Kegagalan perempuan sering dianggap biasa, dan keberhasilan perempuan sering dikaitkan dengan gosip - gosip miring. Dari hal sederhana saja, buat laki - laki, pulang malam dianggap biasa, buat perempuan, lagi - lagi gosip mudah sekali bikin panas telinga. Padahal kita bicara urusan yang sama ; kerja. Betapa tak adilnya.

Makanya gw angkat topi buat perempuan - perempuan yang bisa sukses, secara karir, menjadi teladan, dan berkontribusi untuk masyarakat luas, disamping masih bisa menjadi seorang ibu, istri, anak , saudara, teman dan anggota masyarakat yang baik. Karena gw tahu, jalan untuk kesana berduri, menanjak, curam dan berliku. Dan mba Ani bisa melewati semua itu. Yes, you make it, mba Ani. CONGRATULATION !

Ke Hong Kong Lagi, Singapore lagi

Business trip lagi. Ke Hong Kong lagi. Dulu awal - awal gw ditugasin keluar negeri gw seneng banget. Jaman - jaman belum menikah. Sekarang ? Sering malesnya dari pada enjoynya. Maleees banget.

Pulangnya gw mo mampir Singapore. Semalem aja. Sapa tahu bisa refresh sehabis tegang oleh meeting dan meeting. Orchid Road sama Taman Sentosa ?... Padahal itu lagi, itu lagi yang bakal gw lihat. Cuman katanya sih ada yang baru di Taman Sentosa... hmmm, apa ya...

Pengecekan dokumen terakhir, passport, ticket, hotel confirmation, materi meeting.... wuuuufff...
Packing barang bawaan, baju, celana, make up, body butter, parfum, .... wuuuuuf, capek deh...

Leaving, on a jet plane.. don't know when I'll be back again... Babe, I hate to go...)* Armageddon.com

Doain selamat sampai tujuan dan kembali lagi disini, kawan... I'll miss u !!!