Rabu, 18 Juli 2012

My Name is Khan

What a nice movie it is... Telling about how Muslim people been treated after 9/11 at USA. And how a man named Khan fight for proofing that he is not a terrorist and struggling to tell US president about it... Very touching....

Yes he was not a terrorist, he's just a nice autism man who was so honest and care about people around sincerely. When he married a nice Indian lady that had a boy already, the family name of them changed to 'Khan' which shown a Muslim name. The step son, a boy named Sameer, had a close friend named Reese. They were so closed until the father of Reese sent to Afghanistan and killed. Since then Reese just didn't want to make a friendship anymore with Sam. While Sam still strongly wanted to make him as a friend. This what made Reese angry one day and during their fight, some young guys there just attacked Sam until death. This made Mandira, Sam's mom very much regret marrying a Muslim and asked Khan to leave her alone. When Khan asked when he could be back, she said never be back until he could tell the president : " my name is Khan and I am not a terrorist ". Then the movie run to the hard stories at how Khan fight for seeing president and finally he could make it. He said " My name is Khan, and I am not a terrorist ".

But okay, it's only a movie though it showed how hard to live as Muslim in America after 9/11. Let's back to real, how the family, wife, son or daughter of the real terrorist would deal with the life, with the society ? I have never been a neighbor of them, so it's really a question of me. I just knew how a family of people claimed of being PKI were so hard finding job, or even to find a lover to marry....

Can you imagine if the son of Noordin M Top, Imam Samudra, or other terrorists use their surname Top or Samudra etc at their last name ? How they will be treated by society ? They are not terrorist. And having Noordin M Top as their father is not their choice. Why should they get a bad treatment ? They are innocent, don't you think so ? If it is, can you let your daughter or son marry with them ? Answer it truly... I know you are doubt of that .... Don't you ??!

TEMEN YANG GW RINDUIN


Meninggalkan yang tak membutuhkan,
Melupakan yang tak mau diinginkan,
Menganyam ketenangan,
Sendirian.....

Sebait kalimat diselembar kertas tissue makan. Tak sengaja masih gw temuin di laci gw. Gw sendiri ngga ngerti kenapa gw masih nyimpen itu, mungkin karena ada judul buku yang tertulis juga disitu. Beberapa tahun yang lalu, temen baik gw yg menuliskannya. Yang gw ketawa kala itu ngebacanya. Hah, lucu aja, ... Secara, dia biasa cengengesan, tiba - tiba sambil ngomong, corat - coret dan tercipta kalimat puitis... Aneh... Gw malah tambahin gambar kartun nangis bombay buat lucu - lucuan dibawah tulisannya... Dan dia ngelihatin gw, kaya biasanya gaya dia... ga ada yg aneh ...

Tapi begitulah, .... besoknya gw masih ketemu dia, biasa aja, ngga ada yang istimewa, bahkan masih saling ledek.... Lantas besoknya lagi gw sibuk, minggu depannya lagi gw sibuk padahal dia merengek minta ditemenin beli baju, bulan depannya lagi gw business trip satu setengah bulan penuh, kembali ketanah air gw sibuk lagi dengan laporan ini itu, ... sampai suatu ketika gw rindu cengengesan sama dia. Gw baru inget dia. Gw telpon dia, dan gw mau ketemu dia di Benton Junction, tempat biasa gw ma dia ngobrol ngalor ngidul ga jelas.... Hpnya ga aktif, tiga2 nomornya ga aktif. Gw telponin temen dia yang gw kenal. Dan gw baru tahu, dia udah pindah keluar negeri. What ???

Gw ga pernah ngerasa keilangan temen kaya yg gw rasain waktu itu. Gw ga pernah ngerasa bodoh kaya yg gw pikirin waktu itu. Gw nyesel, nyesel, nyeselllll... Sampe gw aja sakit2an..... Gw tahu gw masih punya banyak temen. Tapi yang kaya dia, cuma dia. Yang tampang pas - pasan tapi sok imut, yang lucu, yang enteng buat bantu ni itu, yang hayo aja diajak jalan, yang otaknya encer nyambung ngomongin segala macam, yang ga pilih2 makanan ma tempat buat ngobrol, yang rela jadi pelampiasan kalo gw emosi ma orang lain, yang rela berkorban., yang bisa bikin gw merasa dijaga dan dihargai sebagai perempuan dimanapun... yang.... huuuft ... masih berderet - deret lagi baiknya dia...
Sampe gw janji, kalo gw dapet kesempatan ketemu lagi, temenan lagi, gw bakalan nebus semua kesalahan gw, gw janji gw bakalan treat dia lebih baik lagi... gw janji mo jagain pertemanan kami...

Dan entah dituntun malaikat mana, gw jam kerja main ke mall... Dan gw ngeliat dia, tapi asli... gw kaget ngelihat perubahan dia.... saking kagetnya, bukannya gw nyamperin, say hi, gw malah buru - buru menuju lobby ............ Pingin cepat jauh .... Lo bisa bayangin ngga perubahan itu kaya apa sampe segitunya gw ngibrit ? Sepanjang jalan balik ke kantor gw diem ga bisa berkata - kata. Gw masih schock, betapa waktu bisa ngerubah seseorang ...dari cowok kek dulu, menjadi begitu feminin...?Oh Tuhan...... Seandainya gw bisa, gw pingin ngebalikin dia ke waktu yang lalu ..... Ini juga jadi pelajaran buat gw, supaya gw lebih menghargai temen2 gw yang sekarang gw miliki... karena merindukan temen yang ngga ada, untuk apa ...? Bisa - bisa akhirnya malah kecewa.....

* Lo tahu blog gw ini, gw minta maaf kalo lo baca ini... gw hargain jalan hidup yang lo pilih, tapi biarin gw rindu lo yang dulu.... *

You Make It, Mbak Ani


Wanita kelahiran Lampung tahun 1962 itu dinegeri sendiri menuai kontroversi. Kemampuan analisis dan kebijakannya sering dipertanyakan dan bahkan justru ada yang membuatnya tersandung kasus hukum. Tetapi, siapa sangka dunia melihatnya secara berbeda ? Justru dia dianggap wanita berwawasan luas yang berhasil membimbing Indonesia melewati masa resesi global ?.

Yang menarik, dia dianggap memiliki kompetensi dan keahlian serta pengalaman di Grup Bank dunia serta sukses melawan korupsi. Paling tidak itulah yang dikatakan Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick tentang wanita bernama Sri Mulyani.

Bukankah aneh, kalau dunia melihatnya sukses melawan korupsi, sementara dinegeri sendiri dia tersandung hukum justru karena kasus korupsi ? Entah mata siapa yang salah melihat.... Karena tidak mungkin dua - duanya benar ...

Well, biarlah orang hukum yang bicara hukum. Gw hanya perempuan, yang ikut bangga dengan kepercayaan dunia kepada mbak Ani yang kebetulan juga perempuan. Rasanya udah lama banget gw merindukan kehormatan seperti ini. Gw pikir, udah saatnya orang - orang diluar negeri mulai membicarakan prestasi bangsa kita, bukan tentang korupsi ato koruptor, bukan tentang carut marut hukum, bukan tentang demonstrasi dan anarki...

Kenapa gw highlight 'keperempuanan' disini. Sungguh, sebagai perempuan, gw ngerasa tantangan untuk maju jauh lebih besar. Kegagalan perempuan sering dianggap biasa, dan keberhasilan perempuan sering dikaitkan dengan gosip - gosip miring. Dari hal sederhana saja, buat laki - laki, pulang malam dianggap biasa, buat perempuan, lagi - lagi gosip mudah sekali bikin panas telinga. Padahal kita bicara urusan yang sama ; kerja. Betapa tak adilnya.

Makanya gw angkat topi buat perempuan - perempuan yang bisa sukses, secara karir, menjadi teladan, dan berkontribusi untuk masyarakat luas, disamping masih bisa menjadi seorang ibu, istri, anak , saudara, teman dan anggota masyarakat yang baik. Karena gw tahu, jalan untuk kesana berduri, menanjak, curam dan berliku. Dan mba Ani bisa melewati semua itu. Yes, you make it, mba Ani. CONGRATULATION !

Ke Hong Kong Lagi, Singapore lagi

Business trip lagi. Ke Hong Kong lagi. Dulu awal - awal gw ditugasin keluar negeri gw seneng banget. Jaman - jaman belum menikah. Sekarang ? Sering malesnya dari pada enjoynya. Maleees banget.

Pulangnya gw mo mampir Singapore. Semalem aja. Sapa tahu bisa refresh sehabis tegang oleh meeting dan meeting. Orchid Road sama Taman Sentosa ?... Padahal itu lagi, itu lagi yang bakal gw lihat. Cuman katanya sih ada yang baru di Taman Sentosa... hmmm, apa ya...

Pengecekan dokumen terakhir, passport, ticket, hotel confirmation, materi meeting.... wuuuufff...
Packing barang bawaan, baju, celana, make up, body butter, parfum, .... wuuuuuf, capek deh...

Leaving, on a jet plane.. don't know when I'll be back again... Babe, I hate to go...)* Armageddon.com

Doain selamat sampai tujuan dan kembali lagi disini, kawan... I'll miss u !!!

SENDIRI

Sitting here all alone
with the very empty space within
a deep loneliness crushing my heart,
oh sweetheart, where are you now...


TANPA TITEL


Pagi - pagi gw kangen sama Om gw. Om yang baik, bijak, smart dan menyenangkan dimata gw. Om ini satu - satunya Om yang bisa nyambung kalo gw ngomong abcd. Secara beliau juga berpengalaman kerja di PMA, dan menjadi key person di perusahaan pertambangan asing. Udah gitu jadi anak pertama dari 10 bersaudara, dan terbiasa mandiri, membantu adik - adiknya meraih sukses karena orang tuanya sudah wafat sebelum beliau mengentaskan putra - putrinya. Ditambah lagi, beliau ni seorang anak yang penuh pengabdian kepada orang tua, sehingga menikahi wanita yang dipilihkan orang tua untuknya dan tetap memilih menjadi suami yang setia kepada isteri meskipun pada akhirnya sang isteri tidak dikarunia keturunan. Coba, berapa banyak sih orang sukses yang bisa seperti dia; tetap setia ( dan ini bukan omong kosong ), tetap jadi baik, disituasi yang sangat memungkinkan beliau melakukan hal - hal buruk, dan memilih memfokuskan hanya pada keluarga dan agama diusianya yang senja...

Dan pagi ini gw kangen banget sama beliau. Gw telpon, dan begitulah suara cerahnya langsung terdengar diujung sana " assalamualaikum, bu direktur... wah wah apa kabar ni.."... Begitulah lantas pembicaraan mengalir, keberbagai celetukan, guyonan ringan, petuah dan lain - lain.

Pas gw telpon ternyata beliau lagi di Sidoarjo, sehabis acara reuni SMA di Malang. Dalam acara reuni itu, beliau mengajak istrinya, meskipun beliau tahu tak ada yang dikenal istrinya. Buat beliau sangatlah penting memberikan kenyamanan perasaan terhadap pasangan, jangan sampai pasangan dihinggapi perasaan yang nggak - nggak atau curiga. Apalagi meninggalkan istri di Bogor untuk reunian di Malang, mungkin bukanlah sesuatu yang positif untuk mereka.

Well, terlepas semua itu, ada yang menarik yang dikatakan Om gw ini. Sambil ketawa riang, beliau bilang " wah, Qi.. beneran Om ngerasa jadi muda lagi habis ngumpul sama temen - temen. Bisa ledek2an kaya jaman dulu, apalagi, ngga peduli mereka siapa, guru besar di Universitas terkemuka, pejabat teras di pemerintahan, pengusaha yang sukses, atau pimpinan agama, apa ajalah.. kami ngumpul bener - bener ngga ada beda. Selevel, tanpa titel, baik jabatan , akademis maupun sosial, ngga ada pak Professor, ngga ada pak Dirjen, ngga ada bu Walikota, .ngga ada bu Presdir.. ngga ada mbah, ngga ada bapak, ibu, mbak, adik, mas.... asli, kami bener - bener tanpa titel, hanya dipanggil nama. Setelah sekian lama mengejar titel, nasib dipengaruhi titel.... akhirnya kami sangat bahagia berkumpul tanpa titel..."
Bener banget, gw tiba - tiba ngerinduin suasana kaya gitu. Gimana ya seandainya kita bisa hidup seperti itu. Bahwa kita semua ngga peduli siapa disekitar kita, hanya peduli bahwa mereka adalah temen - temen kita, tetangga kita, kita tetap bisa panggil nama, bercanda - canda....tanpa kita harus merasa jaim... wuuuuuf indahnya bisa hidup seperti itu.... Mungkin, disitu mutual respect justru bisa sejajar... Istilah Om gw, mutual respect yang tanpa melihat titel, baik jabatan, akademis atau sosial....




Akhirnya dapet Topi

Dibeberapa blog gw yang lalu, gw sering cerita tentang topi gw. Topi item kesukaan gw, yang ilang di restorant sebuah hotel. Karena jarak dan waktu, ga mungkin gw kembali dan nyari. Akhirnya gw harus relain, meskipun gw udah punya banyak kenangan bersamanya... suer, sedih gw bukan buatan, karena gw cinta banget ma tuh topi.

Sejak itu, kemanapun gw pergi, gw selalu cari topi buat pengganti. Ga ada yang sebaik dan senyaman topi gw yang ilang itu kalo gw pakai. Walhasil, sering kali pencarian gw sia - sia..., dan meskipun gw beli macam - macam topi, sebenarnya ga ada yang se-sreg topi item gw itu di ati. Makanya ga ada yang selalu gw bawa ditas gw kaya topi gw yang ilang itu, palingan dipake sekedarnya aja.

Alhamdulillah, terakhir gw ke Hongkong kemarin, gw nemuin topi yang nurut gw menarik. Cuma pas gw pake, masih aja ga senyaman topi gw yang lalu. Apalagi, warnanya juga bukan item, kesukaan gw. Tetapi cuma topi ini, diantara ratusan topi yang gw temuin, yang nurut gw paling menarik. Akhirnya gw beli. Lo bisa lihat difoto gw kali ini, dan foto gw kedepan, pasti banyakan yang akan pakai topi coklat ini. Kata temen - temen gw sih bagusan topi ini dari pada yang ilang dulu...

Akhirnya gw sadar, betapa manusia selalu mencari, menyesali dan merindukan yang udah ngga ada. Selalu menilai yang udah ilang itu lebih bagus, dan kurang menghargai yang ada disisi kita. Padahal apa enaknya mikir kaya gitu, apa bagusnya buat kita mikirin yang kaya gitu ? Yang udah ga bisa kembali, ya udah. Begitu kita membuka hati dan pikiran seperti itu, maka perasaan dan pikiran kita lebih tenang, lebih ringan... Dengan ketenangan itulah, kita baru akan sadar betapa sebenarnya banyak yang jauh lebih baik dari apa yang udah lalu... Gw sadar, gw cinta topi item gw, karena udah ilang, gw akan relain itu tanpa ada kata 'tapi'... Biar gw bisa menyayangi dan merawat topi baru gw, dan menjaganya untuk tidak keilangan yang kedua kalinya...


UNTUNG GW GAK JADI DEWAN

Gw pernah tergoda pingin jadi dewan. Keinginan yang sebenarnya terpicu atas saran beberapa orang yang gw hormati, sayang dan percaya. Sampai kemudian gw bener2 terjun kedunia itu dan mencalonkan diri disitu.

Sebenarnya background gw ga ada sangkut pautnya dengan dunia politik. Bokap gw seorang kyai, suami gw seorang businessman dan gw sendiri seorang business director disebuah perusahaan asing. Tapi gw memang agak idealis dalam beberapa hal. Gw selalu merasa harusnya gw bisa berbuat suatu hal yang lebih besar dari apa yang gw lakuin selama ini. Dan gw marah dengan para koruptor serta orang - orang licik yang bertebaran dipemerintahan, sehingga gw terpicu untuk membuat sebuah perubahan. Gw juga sering banget kecewa, dengan kemiskinan yang mengharu biru disekeliling gw. Makanya waktu gw ketemu ibu Khofifah Indar Parawansa, gw dimotivasi untuk itu, dan gw setuju. Beberapa orang yang gw hormati, juga mengatakan " kalau mbak sekarang mengkritisi kotornya politik dinegeri ini, sementara mba sendiri ngga mau terjun didalamnya, kapan pemerintahan diisi orang - orang bersih ? " .... gw manggut - manggut, bener juga...

Maka mulailah gw terjun disitu. Selama kampanye, gw merasakan asam garam perpolitikan. Dari terlukanya perasaan karena temen seperjuangan yang ngga bisa dipercaya, juga kemiskinan rakyat yang bahkan sangat dekat dengan kawasan elite, mati - matian makan sajian yang sebenarnya gw gak bisa makan karena kotornya gelas, piring, air minum dan masakan yang aneh, mobil gw yang harus ditarik belasan orang pakai tali karena jalanan yang berlumpur, tetapi juga dielu - elukan masyarakat saat tiba, dicium, dipeluk, bahkan sampai ada yang nangis karena berhasil meluk gw. Dipolitik, gw juga sering merasa kesepian, bahkan dalam satu partai, ternyata persaingan sangat besar. Jauh banget sama organisasi perusahaan dimana gw bekerja. Persaingan memang ngga bisa dihindari, tapi sunggguh, mostly kami sadar bahwa kolaborasi yang baik akan menghasilkan sesuatu dengan maksimal....

Diluar itu semua, terjun ke politik memang perlu kantong tebal. Selain masyarakat yang tiada hentinya datang kerumah, - bahkan sampai subuh -, permintaan ini itu dari masyarakat juga sangat beragam. Alhamdulillah, gw sendiri, tidak terbawa kepada pemberian sesuatu yang ngga bawa manfaat, meskipun gw habis juga ratusan juta. Hampir semua yang gw lakuin, gw fokusin buat membantu kaum miskin dan membantu sesuatu yang mengarah kepada perbaikan pendidikan.

Menariknya, gw juga lantas mengenal banyak sekali preman - preman. Preman yang tiba - tiba bisa sangat santun didepan gw, dan menjadi begitu penurut. Bahkan sampai sekarang, gw masih berteman sama mereka. Mereka juga masih suka ikutan sakit kalau ada orang yang nyakitin gw. Hubungan emosional gw sama mereka memang akhirnya terbentuk.

Dari sakit dan manisnya semua pengalaman diatas, ada lagi yang akhirnya membuat gw bener2 sakit. Saat itu, beberapa orang datang kerumah gw, membawa kartu pemilih yang bergepok2. Mereka bilang, semua orang itu mendukung gw, yang dibutuhin cuman uang, amplopin semua pemilih, dengan 'serangan fajar'... Dan gw baru sadar, memang rakyatlah yang membuat pemerintah dihuni orang-orang berduit tapi berdedikasi buruk. Berapapun yang kita keluarkan, kalau masih belum melakukan serangan fajar, tetep aja tidak ada pengaruhnya. Lantas, ... haruskah gw yang dididik dilingkungan dengan komitmen, dan integritas lakuin itu ? Jawabnya : tidak. Gw ngga mau . Gw cuma berdo'a supaya gw diberikan jalan terbaik. Dan ketika gw gagal disitu, karir gw dikerjaan juga meningkat tajam. Dan gw bersyukur, gw ga jadi anggota dewan. Dengan kerjaan gw, gw bisa kebanyak negara, gratis ... bahkan dapat uang saku. Gw juga dapat gaji HALAL yang jumlahnya tentu lebih dari cukup. Gw juga dihormati dinegara manapun gw berkunjung, sebagai perwakilan sebuah perusahaan besar. Apalagi yang gw cari ? Kalau gw jadi dewan, dengan gaji yang sama, gw masih dicaci maki, disoroti... Kalau gw jadi dewan, gw keluar negeripun dikritisi.., .. dan kalu gw jadi dewan, gw bakal sedih karena temen2 gw ngga pada pegang komitment membela rakyat, bahkan untuk sekedar rapatpun, pada gak bisa hadir... Gw sangat bersyukur karena ngga jadi dewan. Gw sangat bersyukur menjadi gw yang sekarang, hidup bahagia, dan tenang... Ini juga adalah jawaban Allah atas permintaan gw, gw dulu tidak minta menang untuk menjadi dewan.. gw mau gw diberikan jalan terbaik. Dan inilah jalan itu.... Alhamdulillah ya Allah...

Ke Thailand





Ditengah kesibukan gw, akhirnya gw harus pergi juga ke Thailand. Tadinya gw negosiasi sama buyer gw, supaya gw bisa ngirimin 3 perwakilan aja kesana ; chemist gw, material engineering sama technical support gw. Gw pikir sih itu udah cukup. Secara gw juga sibuk banget nget nget.... Apa boleh buat, buyer maksa gw harus ikut. hmmm

Akhirnya gw harus berangkat juga. Harusnya gw bersyukur, gw bisa berangkat kemana - mana, ngga pake uang rakyat ...( masih kebawa blog gw sebelumnya niy ... hehe). Tetapi begitulah adanya, seperti yang gw sering tulis distatus fb gw, " yang punya duit ga punya cukup waktu, dan yang punya waktu gak punya cukup duit "... Secara duit, gw dikasih dari perusahaan gak ada kurangnya. Bahkan ga pernah dimasalahin seberapapun gw minta buat business trip selama ini. Masalahnya adalah, gw selalu gak punya cukup waktu. Jadwal yang padat, dan susah banget nyelipin ' relax time' untuk diri sendiri.

Gw ke Thailand, tujuan pertama adalah Ayuthaya, - bukan Bangkoknya -. Yang artinya, pinggiran banget. Dari Bangkok 2 jam. Kira - kira kaya Jakarta Bekasi ( hmmm bener ga ya ...), cuma karena masih majuan Indonesia, Ayuthaya ga selengkap Bekasi.

Waktu ke Thailand, pesawat mendarat, gw bilang " Thailand, I am coming ... can't wait to eat original Tom Yum, juga Pad Thai..". Di hotel sepintas yang gw tahu adanya Chinesse Restaurant sama Italian, jadi gw ajak team gw cari makan diluar, jalan kaki. You know what ? Dijalan - jalan, banyak sekali anjing dan.. tai anjing... huuuh. Udah mulai jijik disini. Sekitar 200m dari hotel, ada tulisan besar floating restaurant, dan gw langsung kebayang floating restaurant ala titanic seperti di Hongkong. Tapi ternyata ni resto dibikin dari kayu dan bambu, sangat sederhana... dan .. kesannya agak jorok... tambah lagi niy jijiknya... Trus baca menu, babi, babi, babi, babi... baru ikan uuuh...makin ga selera.... Abis itu temen gw mesen makan ikan sama minum lemon tea panas, yang disajiin malah bir dua gelas .. waaaah parah, pada ga bisa bahasa Inggris lagi...

Apa boleh buat, kami putusin cabut aja, balik ke hotel... sempet main sebentar di tempat pemujaan Budha deket hotel, buat sekedar foto, trus makan di hotel - restoran China. Abis itu meeting internal sama team, mutusin siapa ngelakuin apa besok di factory yang kami visit. Udah malam, kami melepas lelah sejenak sambil ngopi di cafe hotel, sambil melihat pemandangan sungai diwaktu malam. Barulah gw balik ke hotel, dan mempersiapkan file buat esok hari, terus tidur.

Besoknya jam 07:30, kami berangkat menuju perusahaan buyer kami. Sekitar 45 menit, dari hotel. Mobilnya bagus, dominasi pink hello kitty dengan fasilitas karaoke, flat tv, dan sound system yg uhuuuy.. hmmm... Kami melakukan bench mark production, factory tour, technical meeting, factory tour lagi, .. pokoknya hampir seharian di shop floor. Gw kaget, etos kerja mereka ngga sebagus tempat gw, padahal mereka membuat produk yang harganya berlipat2 dari produk gw. Tetapi gw juga heran, ternyata disitu juga banyak sekali robot2, digital dan automation proses yang bikin gw berdecak kagum... sayang banget ga boleh difoto.

Begitulah, kami akhirnya pulang ke hotel sekitar jam 6 sore. tanpa mandi, kami sudah harus makan bersama, dan Korea2 itu pada minum.. sampai malam, dan gw balik ke hotel. Gw harus siapin meeting dengan Asian Director sebuah perusahaan besar, besok pagi di Bangkok. Habis itu nge pack, secara besok jam 7:30, gw mesti cabut dari hotel menuju Bangkok, meeting ...baru kemudian langsung ke Bandara.

Pagi itu gw menuju Bangkok. Gw ga tahu berapa lama takes time kesana. Sopir hanya aa uu ditanyain, sementara tulisan2 indah banget kaya jawa kuno itu lo, tapi banyak juga yang ngga kebaca dan ga ada terjemahannya. Tapi akhirnya gw sampai, dan habis meeting, yang dijadwalin sejam, ternyata jadi 2 jam... gw kebat kebit lagi, soalnya flight gw jam 2.10... Kami naik taksi, dan Alhamdulillah sampai di Bandara sekitar jam 1. Check in, panjangnya sampai kaya ular, waaahhh kapan bisa belanjanya niy.. padahal belum sempet beli oleh2 apapun.. Alhamdulillah, akhirnya selesai juga check in, setelah setengah jam ngantri. Giliran di Imigrasi, lagi - lagi ngular panjang banget... setengah jam lagi, waaaa... gw yang ga sempet relax, sambil lari cuma foto2 seadanya, sebisanya... at the end, masuklah ke pesawat, tepat 5 menit sebelum pesawat berangkat... Lega...

Lain kali gw pasti kesini lagi, dan gw janji gw ga mau tinggal di Ayuthaya. Gw mau di Bangkok, biar gw bisa have fun setelah hari berat gw... Siapa mau ikut ?

Semakin gw kenal banyak negara dan visit negara2 lain, gw semakin cinta Indonesia. Betapa banyak keindahan di negeri kita, banyak banget kalau dibandingin negara lain... Dalam hati gw berpikir, seandainya rakyat Indonesia .. semua... berkesempatan buat mengunjungi negara lain, pasti mereka akan semakin cinta Indonesia... Pasti mereka akan bangga dengan menjadi warga Indonesia, pasti mereka akan melakukan sesuatu untuk negeri tercinta.... seperti gw !! Sayang, kebanyakan 'orang - orang pinter' saja yang keluar negeri, untuk kemudian berkoar mengkritik negeri sendiri, padahal mereka siapa, mereka bahkan orang yang suka kesana - sini dengan uang rakyat..... Sayang sekali, harusnya kita mencintai negeri sendiri, tidak hanya mengkritisi tetapi juga memberi solusi...tidak seperti mereka, yang sering terpampang dikoran, atau tampil di TV... selalu menilai orang lain salah... ooh ... Mari cintai Indonesia kalau tidak kita yang mencintai, trus siapa lagi ..? iya ngga, iya nggak, iya nggak...???

Ulang Tahun gw, kemarin 23.11.2010


Kemarin hari ulang tahun gw. Apa yang berubah ya seiring bertambahnya usia gw ? Uban yang bertambah ? Keriput yang bertambah ? ooooh tidaaaaakssss..... masa cuman itu ??? Jangan dunk....

Harapan terbesar gw, adalah getting closer to my God. I used to be very good in this, but lately... getting worst.... kesibukan yang menggunung, udah bikin gw ga punya banyak waktu buat ngaji, kaya dulu.... Harapan terbesar gw yang kedua, getting closer to the people I love : family, friends... dan yang ketiga, bisa berbuat lebih banyak kebaikan buat lebih banyak orang... Artinya, yang pasti gw harus sehat lahir bathin dunk supaya gw bisa berbuat lebih banyak kebaikan ke lebih banyak orang .... selain, gw juga mesti berumur panjang .... Amin...

Dengan bertambahnya usia gw, gw bener - bener bersyukur, bahwa gw dikaruniai kesempatan untuk hidup sejauh ini, dan diberikan begitu banyak pilihan cara untuk menjalaninya... Mudah - mudahan jalan yang gw tempuh, adalah jalan yang diridhoi oleh Allah. Amin. Amin. Amin Ya Robbal Alamiin.

Mohon doanya teman - teman ;-)............... Makasih ya.........